BALADA SEORANG GADIS
Dilihatnya seorang gadis kecil terduduk meronta
mencari-cari inangnya, yang kini telah tertanam
ada kabut dalam pipinya, dalam rasanya, dalam sukmanya
dijulurkanlah malam, dilindaslah waktu
gadis kecil itu sebatang kara
memandangi sebatang pohon, diringkas sebatang cinta
yang kini telah kembali
tahun-tahun menghakiminya
dendam durjana seorang gadis muda
gadis kecil itu beranjak dewasa
telah pergi dengan tegap menjunjung dunia
kerasnya malam menghampirilah ia
korban-korban di kanan-kirinya tergeletak tersenyum
dalam mimpi, dalam api kecil
huru-hara hari-hari berharap
bahwa waktu sudahlah, jangan berkutat
ia menuntut balas, malas
ia jatuh di tepian nasib, gosip
bagai hutan rimba, nan hukumnya hukum binatang
ia ingin pulang, ia ingin pulang
ke batas aman kehidupan
(Aldy Pradana, 11 Mei 2014)